
“Pada jaman Tanah Pulau Jawa sangat labil, sering bergetar atau terguncang-guncang. Seperti sebuah perahu, pulau ini dapat bergeser ke utara saat gelombang besar dan akan bergeser ke arah selatan saat laut surut. Getaran gelombang laut selatan yang sangat besar juga turut menggetarkan tanah Pulau Jawa”, demikianlah gambaran Tanah Pulau Jawa yang sangat labil pada saat itu sebagaimana dalam cerita Tantu Tanggelaran. Hal ini mungkin sebagaimana gambaran tanah Pulau Jawa (atau Indonesia) saat ini yang sangat sering terjadi gempa.

